Pembangunan Pavink Blok Jalan Gang Desa Pembangunan SPAL di Kampung Siremen RT. 001 RW. 001 Berjalan Lancar

Tanggul Saluran Induk Jebol, Sawah di Tanara Kekeringan

| Senin, 31 Juli 2017 - 16:37:11 WIB dibaca: 84 pembaca

Bantennews.co.id-SERANG – Lahan pertanian padi yang tersebar di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang mengalami kekeringan karena tanggul saluran induk Bendung Pamarayan timur di Desa Blokang, Kecamatan Bandung jebol. Jebolnya tanggul ini mengakibatkan air tidak bisa mengalir ke area persawahan.

Camat Tanara Eri Suhaeri mengatakan,   tanggul saluran induk Bendung Pamarayan di Desa Blokang jebol sekitar 3 bulan lalu dan hingga kini belum terlihat akan ada upaya perbaikan, padahal areal pertanian di wilayah Tanara ini mayoritas mengandalkan dari liran air tersebut. “Kalau belum ada perbaikan ya gini jadi kekeringan,” ujarnya, Rabu (15/3/2017)).

Eri mengaku sudah menyampaikan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang untuk kemudian disampaikan kepada Balai Besar. Sayangnya, ketika ditindaklanjuti oleh pihak balai, justru peroses pembngunan tempat penahan tanah (TPT) pada saluran induk Bendung Pamarayan yang longsor tersebut hanya dibangun dengan tanah yang dibungkus  karung, sehingga tidak tahan lama.

“Kembali longsor, tidak tahan lama, para petani sebelumnya tidak khawatir dengan persoalan ini. Sebab, sawah masih bisa mengandalkan air hujan. Tapi hujan sekarang sudah mulai jarang,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, luas lahan pertanian tanaman padi milik para petani ini jumlahnya ada sekitar seluas 1.500 hektare dengan usia tanam 60 hari. Diakuinya, dengan belum adanya perbaikan maka akan mengancam terhadap produksi padi. “Tidak hanya di Kecamatan Tanara, tetapi juga areal pertanian di Kecamatan Kibin dan Carenang,” katanya.

Kepala UPTD Bendung Pamarayan Hermanto membenarkan bahwa tanggul saluran induk Bendung Pamarayan timur di Desa Blokang jebol. Bahkan mulai kemarin sudah mulai diperbaiki. Namun, ia belum bisa memastikan kapan pembangunan tersebut akan selesai. “Sekarang lagi diperbaiki,” ujarnya.‎

Diakuinya, akibat jebolnya saluran induk tersebut, debet air ke wilayah tersebut kini berkurang. Ini dikarenakan air yang mengalir hanya sampai ke wilayah Kecamatan Petir.  (Ink/Red)



 

Berita Terkait


Back to Top